Select Menu

Ads

Random Posts

Powered by Blogger.

Developer's Note

Featured Posts

Label

Social Share

Science[dark](3)

Sport[slider]

Sticky News[hot](3)

Business[three](3)

Tag cloud

Technology[oneleft]

Education[combine]

Fashion[oneright]

Recent Articles

News

Famous Posts

Sponsor

Technology

Subscribe Here

Food

Breaking News

Translate

Find Us On Facebook

Design

Technology

Circle Gallery

Shooting

Racing

News

Bottom

Korea Utara ialah Salah satu negeri yang paling sedikit diliput oleh jurnalis atau media internasional, hal ini disebabkan karena sistem tertutup yang dianut negara semenanjung itu yang hingga kini masih berstatus siaga “perang Korea 1953” terhadap tetangga serumpunya Korea Selatan.
Ditengah hubungan panas dingin tersebut, kabar baru justru disampaikan oleh kantor berita Korea Utara, KCNA. Mereka melansir bahwa para ilmuwan Institut Riset Mikrobiologi di pusat Akademi Sains Korea Utara tengah melakukan pengembangan sebuah minuman berenergi berbasis jamur.
KCNA mangkalim bahwa temuan ini sangat efektif memulihkan energi dan kemampuan fisik. “Mereka (para ilmuwan) menemukan cara untuk menanam jamur dan membuat minuman energi dari jamur. Minuman energi alami ini sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan fisik para atlet untuk memulihkan diri dari kelelahan,” demikian keterangan KCNA seperti dilansir theguardian.com (30/5/2014).
Meskipun masih hingga saat ini laporan KCNA itu measih belum secara jelas merinci apa saja bahan ramuannya dan tidak dijelaskan proses pembutan minuman energi dari jamur tersebut. Mungkin pertanyaan penting lain, apakah Korea Utara berminat memproduksi minuman energi secara massal dan akan dijual secara bebas ke pasar internasional?.
Sejak tampuk pimpinan beralih kepada Kim Jong Un, sepertinya pemimpin muda Korea Utara ini, mulai serius melirik perkembangan teknologi industri. Hal ini ditandai dengan diresmikannya Institut Penelitian Jamur di Pyongyang oleh pemerintah Korea Utara. Semoga saja langkah ini sebagai awal yang baru bagi kemajuan industri Korea Utara. [J.Reiza]
Permasalahan mati lampu menjadi hal yang sangat mengesalkan dan tentu saja dapat menimbulkan kerugian bagi beberapa pihak. Di Indonesia sendiri mati lampu bisa terjadi beberapa kali dalam sehari. Hal ini memberikan asumsi bagi masyarakat bahwa PLN sebagai penyedia layanan ini tidak becus dalam memberikan layanan bagi masyarakat.
Di India saat ini, para peneliti telah melakukan penelitian untuk mengatasi masalah mati lampu ini.
Hasil penelitian ini diprakarsai oleh direktur Institus Teknologi India Bhaskar Ramamurti dan profesor teknik elektro Ashok Jhunjhunwala, seorang anggota dewan penasehat sains perdana menteri.
Teknologi baru untuk mengatasi mati lampu ini disebut dengan Arus Searah Berkelanjutan(UDC). Hasil penelitian ini bisa menjadi solusi bagi mati lampu bergilir di India. Suplai tambahan akan memberi daya bagi alat-alat elektronik penting, seperti kipas angin dan pengisi baterai.
Arus searah berkelanjutan (UDC) menjanjikan suplai listrik dari jaringan bagi alat-alat elektronik rumah tangga seperti kipas angin, televisi, lampu dan pengisi baterai ponsel, walau saat mati lampu dan ketika permintaan tinggi.
Proyek ini merupakan buah pikiran Ramamurti mengatakan UDC menarget suplai minimum 100 watt per hari untuk setiap rumah tangga, hanya dengan menambah sebuah alat sederhana di gardu-gardu listrik.
Masa depan LED
Daya tambahan kuat menyalakan tiga lampu, dua kipas angin dan sebuah pengisi baterai ponsel. Konsumen yang memilih skema ini harus membayar sekitar 12 Euro untuk alat tambahan di rumah, dan membeli bohlam LED serta kipas angin yang memakai daya listrik DC. Warga juga dapat meningkatkan konsumsi listrik dengan menghubungkan panel surya dengan unit UDC.
Namun lebih jauh, para pengembang teknologi ini mengatakan asalkan panel surya ditambahkan, sistem mereka juga mampu memperkuat lokasi-lokasi usaha sehingga mengurangi ketergantungan atas generator diesel yang mahal.
Pengguna diperingatkan saat melewati 100 watt sebuah bel berbunyi, memberi tahu mereka untuk mematikan kipas angin atau lampu
 Sumber: http://www.dw.de
gfdrwterfsadcfwtuhe5666666666666666666666666666bewdfsdzacggasiycdteidbkjagesfdgsakjbfkjadsylafgisfjkavds,jfajsdgfksahdf
sad]\fsad\fsadfgakdsnfjsvadfhsadpf
apd
fhaidhsf
psad
fjoaSD

asdasdsadasdsadsad