Permasalahan mati lampu menjadi
hal yang sangat mengesalkan dan tentu saja dapat menimbulkan kerugian
bagi beberapa pihak. Di Indonesia sendiri mati lampu bisa terjadi
beberapa kali dalam sehari. Hal ini memberikan asumsi bagi masyarakat
bahwa PLN sebagai penyedia layanan ini tidak becus dalam memberikan
layanan bagi masyarakat.
Di India saat ini, para peneliti telah melakukan penelitian untuk mengatasi masalah mati lampu ini.
Hasil penelitian ini diprakarsai oleh
direktur Institus Teknologi India Bhaskar Ramamurti dan profesor teknik
elektro Ashok Jhunjhunwala, seorang anggota dewan penasehat sains
perdana menteri.
Teknologi baru untuk mengatasi mati lampu ini disebut dengan Arus Searah Berkelanjutan(UDC).
Hasil penelitian ini bisa menjadi solusi bagi mati lampu bergilir di
India. Suplai tambahan akan memberi daya bagi alat-alat elektronik
penting, seperti kipas angin dan pengisi baterai.
Arus searah berkelanjutan (UDC) menjanjikan
suplai listrik dari jaringan bagi alat-alat elektronik rumah tangga
seperti kipas angin, televisi, lampu dan pengisi baterai ponsel, walau
saat mati lampu dan ketika permintaan tinggi.
Proyek ini merupakan buah pikiran Ramamurti
mengatakan UDC menarget suplai minimum 100 watt per hari untuk setiap
rumah tangga, hanya dengan menambah sebuah alat sederhana di gardu-gardu
listrik.
Masa depan LED
Daya tambahan kuat menyalakan tiga lampu, dua
kipas angin dan sebuah pengisi baterai ponsel. Konsumen yang memilih
skema ini harus membayar sekitar 12 Euro untuk alat tambahan di rumah,
dan membeli bohlam LED serta
kipas angin yang memakai daya listrik DC. Warga juga dapat meningkatkan
konsumsi listrik dengan menghubungkan panel surya dengan unit UDC.
Namun lebih jauh, para pengembang teknologi ini mengatakan asalkan panel surya ditambahkan,
sistem mereka juga mampu memperkuat lokasi-lokasi usaha sehingga
mengurangi ketergantungan atas generator diesel yang mahal.
Pengguna diperingatkan saat melewati 100 watt sebuah bel berbunyi, memberi tahu mereka untuk mematikan kipas angin atau lampu
Sumber: http://www.dw.de
No comments